hentakan kaki menuju arah tak berujung, dahaga melampiaskan ganasnya ditenggorokan.. sunyi senyap meraung tinggi, sedingin es dan sepanas api yg beradu dalam benak pikiran.. semua terasakan ketika mengucap sumpah, dengan mudah tajam panah terarah kedalam otak begitu pesat.. tetap ku tegar hentakan kaki tuk melangkah.. walau tajamnya belati terus menerkam nadi, walau lesatan peluru menggencar nadiku..
awan kelam pekat hitam membayangi rohku, kejaran malaikat pun cekat merebut nyawa ku..
langkah ku hampir terhenti, jeritan pita suaraku tak terbendung lagi..
burung gagak pun tak kuasa melihatku, mereka terbang mengitari dan turut mati..
ku merasa sampai dalam ujung nafasku, tanpa lelah ku terus bertahan dengan bisa harapan..
siksaan nadi ku terus terasa sakit, hingga ku temukan jalan buntu..
usaha ku meraih tangan indah mu, rangkulan mu tak lagi ku gapai..
tertidur raga ku, ku tutup mata ku.. putih..
Senin, 19 September 2011
Selasa, 13 September 2011
puing kehancuran
ku bangun pillar ini dengan penuh tawa.. bersamamu langkahkan alur cerita hidup kita sehalus sutra.. bercengkrama, bertahan dengan harapan penuh suka.. siapa sangka ku bertemu dengan mu, sang dewi dengan lantunan langkah mu yg anggun tatapan matamu menyejukan.. iringan kalimat mu begitu indah.. bahagia dibuat mu aku tak tahu harus berbuat apa.. aku berusaha disetiap nadi ku untuk membuat mu ceria.. kilatan hati ini begitu percaya akan segala nasihatmu.. ku lalui hidup ini bergantung padamu..
hingga saat itu tiba, belati tajam menusuk cepat ragaku.. pondasi kepercayaan ku runtuh ketika aku hanya sanggup melihat mu sirna.. pandangan wajahnya, senyumnya, dan indahnya pudar perlahan.. langit tak lagi tersenyum padaku.. note musik piano mistis pun melingkar ditelingaku.. hantu bayang mu seakan tak akan pernah pergi di pikiranku.. gedung-gedung runtuh, aku berlarian tanpa tujuan di dalam diri ku sendiri.. mencoba perlahan mengejarmu agar tetap berdiri bersama ku.. disini, ditempat ini.. namun aku tak kuasa bergerak, dan hanya bisa menatap senyuman mu dari kejauhan bersamanya..
hingga saat itu tiba, belati tajam menusuk cepat ragaku.. pondasi kepercayaan ku runtuh ketika aku hanya sanggup melihat mu sirna.. pandangan wajahnya, senyumnya, dan indahnya pudar perlahan.. langit tak lagi tersenyum padaku.. note musik piano mistis pun melingkar ditelingaku.. hantu bayang mu seakan tak akan pernah pergi di pikiranku.. gedung-gedung runtuh, aku berlarian tanpa tujuan di dalam diri ku sendiri.. mencoba perlahan mengejarmu agar tetap berdiri bersama ku.. disini, ditempat ini.. namun aku tak kuasa bergerak, dan hanya bisa menatap senyuman mu dari kejauhan bersamanya..
yinyang
aku berjalan menuju arah tanpa arti.. seraya melangkahkan kaki arah yang hampa..
guntur angin melaju kencang menggoyahkan raga.. kehilangan harapan hidup tak terasa..
menolehkan mata menusuk jiwa.. tersesat antara bahagia atau kecewa..
siulan nada kematian terus mengikuti telingaku.. irama kehidupan tak lagi tertunjuk..
hingga ketika ku sadari semua berubah menjadi abu.. semua hal yg hitam terang menjadi merah..
siapa sangka aku bertahan hidup seperti ini.. melayani semua keluhan dengan senyuman..
harapanku mulai bangkit menatap cerahnya matahari.. ku mulai langkahkan kaki kedepan..
perisai badan berdiri begitu kokohnya.. abu kelam tersebar olah sinarmu..
sambut tanganku dengan hangatnya pelukmu.. hingga ku tau kau lah jawaban hidupku..
guntur angin melaju kencang menggoyahkan raga.. kehilangan harapan hidup tak terasa..
menolehkan mata menusuk jiwa.. tersesat antara bahagia atau kecewa..
siulan nada kematian terus mengikuti telingaku.. irama kehidupan tak lagi tertunjuk..
hingga ketika ku sadari semua berubah menjadi abu.. semua hal yg hitam terang menjadi merah..
siapa sangka aku bertahan hidup seperti ini.. melayani semua keluhan dengan senyuman..
harapanku mulai bangkit menatap cerahnya matahari.. ku mulai langkahkan kaki kedepan..
perisai badan berdiri begitu kokohnya.. abu kelam tersebar olah sinarmu..
sambut tanganku dengan hangatnya pelukmu.. hingga ku tau kau lah jawaban hidupku..
Jumat, 02 September 2011
awan bergemuruh tanda bersiap mencabut nyawa
aku tersadar mereka menyekapku, memberiku waktu untuk menyerahkan semua apa yang aku tau.
darah sudah mengaliri air mataku, aku tidak menangis aku hanya merasa tersiksa ulah luka ini.
nafasku sudah terengah alur mataku sudah tak beraturan, telinga ku sudah berdenging kencang.
aku tak sanggup berdiri, ku tahan raga ku untuk tetap bersandar menyatu lantai.
mereka kerap menendang ku, aku tak sanggup melawan ku serahkan saja nyawaku.
sebagian darah dalam tubuhku sudah mengalir keluar, dalam tubuhku hanya ada harapan.
hingga akhirnya dibawakan gadis itu, gadis tak berdosa itu.
mereka mengikatnya, ku tak kenal dia mereka mengancamnya.
tubuhku bergetar ragu akan bertahan.
awan bergemuruh tanda bersiap mencabut nyawa.
ku coba bangkit sebelum mereka menarik pelatuk peluru tajam itu.
ku berlari ke arahnya, berharap tidak menyiakan nyawanya..
dan...
semua terlambat aku berdiri tegar dan melihatnya.. terbangun.. dan aku bisa melihat tubuhku sendiri dari sini..
darah sudah mengaliri air mataku, aku tidak menangis aku hanya merasa tersiksa ulah luka ini.
nafasku sudah terengah alur mataku sudah tak beraturan, telinga ku sudah berdenging kencang.
aku tak sanggup berdiri, ku tahan raga ku untuk tetap bersandar menyatu lantai.
mereka kerap menendang ku, aku tak sanggup melawan ku serahkan saja nyawaku.
sebagian darah dalam tubuhku sudah mengalir keluar, dalam tubuhku hanya ada harapan.
hingga akhirnya dibawakan gadis itu, gadis tak berdosa itu.
mereka mengikatnya, ku tak kenal dia mereka mengancamnya.
tubuhku bergetar ragu akan bertahan.
awan bergemuruh tanda bersiap mencabut nyawa.
ku coba bangkit sebelum mereka menarik pelatuk peluru tajam itu.
ku berlari ke arahnya, berharap tidak menyiakan nyawanya..
dan...
semua terlambat aku berdiri tegar dan melihatnya.. terbangun.. dan aku bisa melihat tubuhku sendiri dari sini..
aku hanya tertawa melihat cerminan diri
ku buka kembali jendela kamarku, harapan sejuk merasuk dalam tubuhku.
langkah meraih jalan menuju balkon atas, seraya mencari inspiratif yg terlintas.
sorot mata ku tertuju dalam kesibukan sekitar, dan aku hanya menikmati pandangan awan yg berputar.
memutar kembali tentang memori yg ku miliki, bersiap rintangan apa kedepan yg ku hadapi.
teringat sudah apa yg sudah ku lalui tak ada mimpi, tak ada khayalan.
hidup tanpa keluarga yg utuh tak ada yg inginkan, tak bisa bersatu.
namun aku hanya tertawa melihat cerminan diri, hidup mengasihi.
berusaha menutup segala luka hati dan angan, hidup berjalan.
ku menahan air mata , walau luka
ku berjalan ke depan, walau tertekan
ku merintih sakit, walau bangkit
ku bela diri, walau tersepi
langkah meraih jalan menuju balkon atas, seraya mencari inspiratif yg terlintas.
sorot mata ku tertuju dalam kesibukan sekitar, dan aku hanya menikmati pandangan awan yg berputar.
memutar kembali tentang memori yg ku miliki, bersiap rintangan apa kedepan yg ku hadapi.
teringat sudah apa yg sudah ku lalui tak ada mimpi, tak ada khayalan.
hidup tanpa keluarga yg utuh tak ada yg inginkan, tak bisa bersatu.
namun aku hanya tertawa melihat cerminan diri, hidup mengasihi.
berusaha menutup segala luka hati dan angan, hidup berjalan.
ku menahan air mata , walau luka
ku berjalan ke depan, walau tertekan
ku merintih sakit, walau bangkit
ku bela diri, walau tersepi
Senin, 03 Januari 2011
HMSA~
all green become grey, all ways become dead end..
weakfull to weakness.. i screaming loud for what i've done..
we build this wall with our trust, and i destroy it easier with a lie..
tears down fall from your eyes, it destroy myself..
it is not what i want, what a stupid fucking moron i am..
she loves me, she cares of me..
my mistake hurts me, slicing each my pulse..
had occured to hurts myself, but it just make my lovely girl hurts twice after i lied to her..
i really don't know myself until now, is this me ? why i lie ? it's not me..
who am i ? i lost myself, i lost my behavior..
im blind, out of mind.. what i've done before is killing my own self, and her twice or more..
i hate myself alone ! hate myself alone !
everything i will take for cover what i've done.. even it will hurts me a lot..
i really really regret for it.. forgive me dear girlfriend..
weakfull to weakness.. i screaming loud for what i've done..
we build this wall with our trust, and i destroy it easier with a lie..
tears down fall from your eyes, it destroy myself..
it is not what i want, what a stupid fucking moron i am..
she loves me, she cares of me..
my mistake hurts me, slicing each my pulse..
had occured to hurts myself, but it just make my lovely girl hurts twice after i lied to her..
i really don't know myself until now, is this me ? why i lie ? it's not me..
who am i ? i lost myself, i lost my behavior..
im blind, out of mind.. what i've done before is killing my own self, and her twice or more..
i hate myself alone ! hate myself alone !
everything i will take for cover what i've done.. even it will hurts me a lot..
i really really regret for it.. forgive me dear girlfriend..
the otherside me
fall kill my body, and guilt will not disappear..
has frozen the whole feeling, the sensitivity of the soul..
feels a little shadow that you left me..
i can see all the pain in your eyes, pain made by me..
make a scar in your heart.. im dying to fix it..
i won't stop to fix it, i really regret for my mistake..
has frozen the whole feeling, the sensitivity of the soul..
feels a little shadow that you left me..
i can see all the pain in your eyes, pain made by me..
make a scar in your heart.. im dying to fix it..
i won't stop to fix it, i really regret for my mistake..
Langganan:
Postingan (Atom)