tiba adzan magrib melantunkan indahnya suara..
saatnya membatalkan puasa ku di hari senin ini, aku menjalani puasa sunah ini..
ku ambil secangkir air putih dan menyairkan doa untuk membatalkan shaumku..
hidangan yang disiapkan oleh nenek merayuku untuk memanjakan lidahku..
kakekku sedang duduk diruang tv bersama nenek dan paman ku..
segera aku menyantap hidangan sendirian diatas meja makan..
bersama kekasihku lewat ponsel kami saling bertukar pesan berucap selamat berbuka puasa..
tak sengaja ku mendengar perbincangan antara kakek, nenek dan pamanku..
mereka berencana untuk makan malam diluar, dan aku diajaknya..
sambil tertawa2 membahas segalanya, aku masih terdiam dimeja makan..
memutar kembali memori ku teringat ayah dan bunda..
ayahku mencari nafkah sampai ke makassar, sedangkan bunda sendirian dirumah karena aku tinggal bersama nenek dan kakekku..
perbincangan kakek nenek dan pamanku seakan menggambarkan posisi ayah bunda dan aku..
aku ingat bagaimana mereka mengejekku halus dengan senyuman manis sambil menyantap makan malam kami..
bagaimana harapan mereka terhadap masa depan ku, bagaimana candaan kami saat berada dalam 1 meja makan..
aku meneteskan air mataku, merindukan ayah dan bunda.. mencemaskan ayah dan bunda..
langsung ku raih ponsel ku dan mengirimkan pesan kepada ayah dan bunda untuk menjaga kesehatan dan diri.. aku pun mengatakan kepada bunda bahwa aku merindukan masa lalu kami bersama sajian makan malam, canda tawa dan obrolan kecil bersama ayah dan bunda..
aku meninggalkan santapan buka puasaku dan bergegas ke kamar.. aku menangis..
situasi emosional ini tak bisa ku tahan lagi.. aku benar2 ingin memeluk mereka.. disini,, saat ini..
Tuhan, maafkan aku menyia2kan waktu kesempatan ku menikmati itu..
berikan aku kesempatan Tuhan, untuk kembali berkumpul bersama ayah dan bunda..
aku rindu tatapan senyuman mereka bersama dimeja makan malam..
jagalah ayah dan bunda.. jagalah hari hari mereka untuk teta menyenangkan, sehingga aku bisa tenang menjalani jenjang sekolahku sampai menuju rumah mu ya ALLAH..
Senin, 25 Oktober 2010
Kamis, 21 Oktober 2010
menyambut hari indah
hari itu telah datang.. dan aku siap menyambutmu yang cantik..
lirik lagu yang menghiasi hari-hariku kini akan menjadi sutu album perjalanan hidup dewasaku..
aku tersenyum dan melihat lurus kearah kaca yang terdapat duplikatku dengan rapihnya, menyabut hari bahagia itu.. terduduk aku sekilas kembali teringat awal aku bertemu dengannya..
mengingat bagaimana cara kami tertawa dan menghadapi problema..
aku menghela nafasku seakan tidak percaya hari ini akan tiba..
ayah memanggilku tiba-tiba, dan menepuk pundakku sedikit keras..
dengan sedikit tawa bercampur air mata haru melihatku.. mengingatkan akan dirinya dulu berada dalam posisiku..
kami bercakap sejenak, ayah menceritakan kisahnya pada saat itu.. dia begitu berdebar pikirannya, takut bercampur bahagia semua menghujam pikiran.. mungkin sama dengan apa yg aku rasakan..
satu kalimat membuatku kagum mendengar ayah.. "kamu harus tetap mencintainya dalam kondisi apapun"
ya, aku berpikir banyak orang teralihkan pikirannya oleh kerjaan dan lain-lain..
hingga akhirnya berpisah..
\ayahku menunjuk kearah belakang ku dan berkata "lihat, betapa cantiknya dia"
aku menoleh ke belakang dan melihat ibuku berdiri tegar bercampur sedikit haru dari matanya melihatku..
aku berdiri dan memeluk ibu.. dan ibu tersenyum..
sedikit terjadi sebuah rapat kecil yang indah setelah itu, aku ayah dan ibu..
dengan penuh canda tawa dan haru mereka bercerita akan kisahnya yg indah sebelum aku turun ke bumi..
tidak semua jalan lurus akan ditempuh, bahkan terkadang mereka menemukan jalan buntu berupa jurang..
namun mereka melewatinya , mereka menjalani keluarga bagai sebuah kelompok yang tangguh dan menjadi pemenang kini melihat anak semata wayangnya akan dilepas dikehidupan baru..
ayah kembali menepuk pundakku dari belakang, senyumnya berharap aku bisa menjadi pemimpin yang baik..
kami terdiam sejenak..
aku pun tak bisa berkata-kata lagi..
dan saatnya pun tiba, aku melihat dengan kagum betapa cantiknya dia..
dia yang dulu aku anggap teman.. dia yg pernah menjadi sahabat dan tempat curhatku..
dia yg mau meluangkan waktu untuk bertemu.. dia yg menjadi barisan belakangku ketika solat..
dia yg pernah membuatku cemas, khawatir.. dia yg menjadi tempat keluhanku.. dia yg dulu adalah kekasihku..
dan benar dia yg akan menjadi istriku.. :)
lirik lagu yang menghiasi hari-hariku kini akan menjadi sutu album perjalanan hidup dewasaku..
aku tersenyum dan melihat lurus kearah kaca yang terdapat duplikatku dengan rapihnya, menyabut hari bahagia itu.. terduduk aku sekilas kembali teringat awal aku bertemu dengannya..
mengingat bagaimana cara kami tertawa dan menghadapi problema..
aku menghela nafasku seakan tidak percaya hari ini akan tiba..
ayah memanggilku tiba-tiba, dan menepuk pundakku sedikit keras..
dengan sedikit tawa bercampur air mata haru melihatku.. mengingatkan akan dirinya dulu berada dalam posisiku..
kami bercakap sejenak, ayah menceritakan kisahnya pada saat itu.. dia begitu berdebar pikirannya, takut bercampur bahagia semua menghujam pikiran.. mungkin sama dengan apa yg aku rasakan..
satu kalimat membuatku kagum mendengar ayah.. "kamu harus tetap mencintainya dalam kondisi apapun"
ya, aku berpikir banyak orang teralihkan pikirannya oleh kerjaan dan lain-lain..
hingga akhirnya berpisah..
\ayahku menunjuk kearah belakang ku dan berkata "lihat, betapa cantiknya dia"
aku menoleh ke belakang dan melihat ibuku berdiri tegar bercampur sedikit haru dari matanya melihatku..
aku berdiri dan memeluk ibu.. dan ibu tersenyum..
sedikit terjadi sebuah rapat kecil yang indah setelah itu, aku ayah dan ibu..
dengan penuh canda tawa dan haru mereka bercerita akan kisahnya yg indah sebelum aku turun ke bumi..
tidak semua jalan lurus akan ditempuh, bahkan terkadang mereka menemukan jalan buntu berupa jurang..
namun mereka melewatinya , mereka menjalani keluarga bagai sebuah kelompok yang tangguh dan menjadi pemenang kini melihat anak semata wayangnya akan dilepas dikehidupan baru..
ayah kembali menepuk pundakku dari belakang, senyumnya berharap aku bisa menjadi pemimpin yang baik..
kami terdiam sejenak..
aku pun tak bisa berkata-kata lagi..
dan saatnya pun tiba, aku melihat dengan kagum betapa cantiknya dia..
dia yang dulu aku anggap teman.. dia yg pernah menjadi sahabat dan tempat curhatku..
dia yg mau meluangkan waktu untuk bertemu.. dia yg menjadi barisan belakangku ketika solat..
dia yg pernah membuatku cemas, khawatir.. dia yg menjadi tempat keluhanku.. dia yg dulu adalah kekasihku..
dan benar dia yg akan menjadi istriku.. :)
Rabu, 29 September 2010
best of you
"I've got another confession to make
I'm your fool
Everyone's got their chains to break
Holdin' you
Were you born to resist, or be abused?
Is someone getting the best
The best, the best, the best of you?"
lirik itu selalu menempel pekat didalam otakku.. menghantui beban pikiranku..
menaruh hari-hari lalu di folder sejarah hidupku.. dan melalui hari masa depanku..
membuatku bertanya-tanya apa aku bisa membahagiakan hari-hari kamu,dia, dan mereka ?
siapa yang bisa menjawab.. X_X
I'm your fool
Everyone's got their chains to break
Holdin' you
Were you born to resist, or be abused?
Is someone getting the best
The best, the best, the best of you?"
lirik itu selalu menempel pekat didalam otakku.. menghantui beban pikiranku..
menaruh hari-hari lalu di folder sejarah hidupku.. dan melalui hari masa depanku..
membuatku bertanya-tanya apa aku bisa membahagiakan hari-hari kamu,dia, dan mereka ?
siapa yang bisa menjawab.. X_X
tik tok tik tok tik tok tekk~~
aku kembali melihat jam ku yg terus berdetak.. bodoh aku rasa melihat jam berdetak menunggu mengganti hari..
saat saat ingin selalu bersamamu , aku menantikan.. angin malam pun datang berhembus menusuk raga..
aku tetap menghalaunya dengan badanku.. sekedar ingin tetap menunggu masa itu datang bersamamu..
menghabiskan waktu ku hanya untuk mengukir kata yg akan kuberikan dan katakan padamu..
lengan bergetar merindukan membelai rambut mu nan indah..
mata sayu merindukan wujud rupamu dihadapku..
langkah kaki terbebas dan ingin sekali terpaku dipelukmu..
genggam tanganku luas tanpa hadirmu..
semangat menunjukan antusias ku menunggu hari itu.. hari saat ingin bertemu dengan mu..
dan aku hanya bisa berharap.. hentikan waktu.. hentikan waktu !
saat saat ingin selalu bersamamu , aku menantikan.. angin malam pun datang berhembus menusuk raga..
aku tetap menghalaunya dengan badanku.. sekedar ingin tetap menunggu masa itu datang bersamamu..
menghabiskan waktu ku hanya untuk mengukir kata yg akan kuberikan dan katakan padamu..
lengan bergetar merindukan membelai rambut mu nan indah..
mata sayu merindukan wujud rupamu dihadapku..
langkah kaki terbebas dan ingin sekali terpaku dipelukmu..
genggam tanganku luas tanpa hadirmu..
semangat menunjukan antusias ku menunggu hari itu.. hari saat ingin bertemu dengan mu..
dan aku hanya bisa berharap.. hentikan waktu.. hentikan waktu !
tersesat disegala arah..
aku terjerat dalam posisi yang salah dan aku tidak bisa menyalahkan bumi..
aku terjebak dalam pandangan yang salah dan aku tidak bisa menyalahkan takdir..
aku terikat dalam sejarah yang salah dan aku tidak bisa menyalahkan masa lalu..
ketika semua terlintas begitu saja lewat tamparan lembaran lama yang pudar..
mungkin aku menganggapnya pudar.. entah dengan kenyataan ku melihat itu semua..
pilar ku roboh begitu saja.. genting-genting ku berjatuhan.. tembok badanku retak..
mata ku terdiam melihat masa lalu mu yang masih tersimpan dengan penjagamu lalu..
entah aku harus memilih antara bahagia atau kecewa.. ocehan sumpah yang terinspirasi..
pelukkan ku kosong dibalas hampa rasanya.. duka terasa melihat masa bahagianya..
lelah jiwa terasa terjerat dalam ukiran wajahnya bersama dia..
secarik kertas bergambar sejarah cinta mereka.. ya, aku terima..
aku terjebak dalam pandangan yang salah dan aku tidak bisa menyalahkan takdir..
aku terikat dalam sejarah yang salah dan aku tidak bisa menyalahkan masa lalu..
ketika semua terlintas begitu saja lewat tamparan lembaran lama yang pudar..
mungkin aku menganggapnya pudar.. entah dengan kenyataan ku melihat itu semua..
pilar ku roboh begitu saja.. genting-genting ku berjatuhan.. tembok badanku retak..
mata ku terdiam melihat masa lalu mu yang masih tersimpan dengan penjagamu lalu..
entah aku harus memilih antara bahagia atau kecewa.. ocehan sumpah yang terinspirasi..
pelukkan ku kosong dibalas hampa rasanya.. duka terasa melihat masa bahagianya..
lelah jiwa terasa terjerat dalam ukiran wajahnya bersama dia..
secarik kertas bergambar sejarah cinta mereka.. ya, aku terima..
Selasa, 21 September 2010
bentuk ku seorang melankolis
aku tidak tau apa yg harus aku lontarkan..
tak bisa menahan diri untuk menghakimi diri..
ketika sesuatu yg tidak terjawab pasti, aku seorang melankolis mencintai seorang sanguin..
plegmatik dan melankolis ini mengontrol ku.. sifatku dan ciriku..
tidak tau apa yg aku pikirkan.. apa yg aku impikan.. apa yg aku harapkan..
terukir namanya di otakku.. tidak mengganggu ku, karena aku tidak menganggapnya beban..
terucap kalimat sayang, aku seorang melankolis tidak mudah untuk berucap itu..
hanya ketika aku yakin.. aku mengerti.. dan mengetahui apa yg aku rasakan..
dulu aku pernah berucap itu sebelum kemarau ganas menghapusnya.. hingga dia datang dan memberikan ku musim semi kembali untuk mendinginkanku..
impian dan harapanku bukan hanya sekedar angan.. aku tidak bisa mewujudkannya..
kamu tidak bisa mewujudkannya.. tapi aku yakin, kita bisa mewujudkannya..
apa aku harus meneriakan nama mu dibenakku.. ohh, itu sudah terjadi lama sekali..
ketika ku memejamkan mata hanya beranggap aku sedang memelukmu erat..
dan aku selalu bertanya kepadamu.. "why is always you?"
by : melankolis
tak bisa menahan diri untuk menghakimi diri..
ketika sesuatu yg tidak terjawab pasti, aku seorang melankolis mencintai seorang sanguin..
plegmatik dan melankolis ini mengontrol ku.. sifatku dan ciriku..
tidak tau apa yg aku pikirkan.. apa yg aku impikan.. apa yg aku harapkan..
terukir namanya di otakku.. tidak mengganggu ku, karena aku tidak menganggapnya beban..
terucap kalimat sayang, aku seorang melankolis tidak mudah untuk berucap itu..
hanya ketika aku yakin.. aku mengerti.. dan mengetahui apa yg aku rasakan..
dulu aku pernah berucap itu sebelum kemarau ganas menghapusnya.. hingga dia datang dan memberikan ku musim semi kembali untuk mendinginkanku..
impian dan harapanku bukan hanya sekedar angan.. aku tidak bisa mewujudkannya..
kamu tidak bisa mewujudkannya.. tapi aku yakin, kita bisa mewujudkannya..
apa aku harus meneriakan nama mu dibenakku.. ohh, itu sudah terjadi lama sekali..
ketika ku memejamkan mata hanya beranggap aku sedang memelukmu erat..
dan aku selalu bertanya kepadamu.. "why is always you?"
by : melankolis
Minggu, 19 September 2010
when you are fall asleep, i know that you're saved..
i just imagine when you're fall asleep right on my lap.. i will stroking your beautiful hair again and again..
i don't care if i didn't sleep all night long.. taking care of you, watching your sleep..
make sure that you are sleep so tight.. baby, i really love you.. whispering..
the woman i love is sleeping right on my lap..
i remember when you smile, when you laugh with me.. spending day together..
when you sleep in my lap i was smile.. you don't know, you are sleep :)
I could spend all the wonderful feelings with you, when you are sleep.. :)
i like you when you are fall asleep.. not because you're silent.. but i know that you're saved..
and when you wake up, i have said at all about my feeling with you..
i love you forever and ever, my moonlight :*
i don't care if i didn't sleep all night long.. taking care of you, watching your sleep..
make sure that you are sleep so tight.. baby, i really love you.. whispering..
the woman i love is sleeping right on my lap..
i remember when you smile, when you laugh with me.. spending day together..
when you sleep in my lap i was smile.. you don't know, you are sleep :)
I could spend all the wonderful feelings with you, when you are sleep.. :)
i like you when you are fall asleep.. not because you're silent.. but i know that you're saved..
and when you wake up, i have said at all about my feeling with you..
i love you forever and ever, my moonlight :*
Langganan:
Postingan (Atom)